Ilmu adalah sesuatu yang sangat mulia. Dengan ilmu, seseorang dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, memahami kebesaran Allah SWT, serta menjalani kehidupan dengan lebih baik. Namun, ilmu yang tinggi tidak akan memberikan manfaat apabila tidak disertai adab dan akhlak yang baik.
Karena itu, para ulama sejak dahulu sangat menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu. Ungkapan yang masyhur, “Adab lebih tinggi daripada ilmu”, mengajarkan bahwa seseorang harus memiliki sikap yang baik sebelum dan ketika menggunakan ilmunya. Ilmu seharusnya membuat seseorang semakin rendah hati, santun, jujur, dan bermanfaat bagi orang lain.
Makna “Adab Lebih Tinggi daripada Ilmu”
Ungkapan “Adab lebih tinggi daripada ilmu” bukan berarti ilmu tidak penting. Justru ilmu dan adab harus berjalan bersama. Ilmu memberikan pengetahuan tentang apa yang benar, sedangkan adab mengajarkan bagaimana menggunakan pengetahuan tersebut dengan cara yang benar.
Seseorang mungkin memiliki banyak pengetahuan, tetapi jika ia sombong, suka merendahkan orang lain, tidak jujur, atau menggunakan ilmunya untuk merugikan orang lain, maka ilmunya belum memberikan manfaat yang sempurna. Sebaliknya, orang yang memiliki adab akan menggunakan ilmunya untuk kebaikan.
Hadis tentang Akhlak
Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya akhlak. Salah satu hadis yang masyhur menyebutkan:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”
HR. Ahmad; diriwayatkan dengan beberapa jalur dan redaksi
Hadis tersebut menunjukkan bahwa akhlak memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam. Oleh sebab itu, ilmu yang dipelajari hendaknya membentuk akhlak yang semakin baik.
Adab dalam Menuntut Ilmu
1. Meluruskan niat. Belajar hendaknya diniatkan untuk mencari ridha Allah SWT, memperbaiki diri, dan memberikan manfaat kepada orang lain, bukan sekadar mencari pujian.
2. Menghormati guru. Guru perlu dihormati dengan berbicara sopan, mendengarkan penjelasan, memperhatikan nasihat, dan menghargai waktu serta usaha guru.
3. Rendah hati. Semakin banyak ilmu yang dimiliki, semakin sadar bahwa masih banyak hal yang belum diketahui. Karena itu, jangan menjadikan ilmu sebagai alasan untuk menyombongkan diri.
4. Rajin dan bersungguh-sungguh. Ilmu membutuhkan usaha. Pelajar hendaknya rajin membaca, memperhatikan pelajaran, bertanya ketika belum memahami, dan tidak mudah menyerah.
5. Jujur. Kejujuran merupakan bagian dari adab. Tidak menyontek, tidak mengambil karya orang lain, dan mengerjakan tugas dengan kemampuan sendiri merupakan contoh sikap beradab.
6. Menghargai teman. Jangan mengejek teman yang belum memahami pelajaran. Sebaliknya, bantulah teman dengan cara yang baik dan saling menghargai.
7. Mengamalkan ilmu. Ilmu tidak cukup hanya diketahui. Ilmu harus diwujudkan dalam perilaku, seperti ilmu tentang kejujuran yang diwujudkan dengan berkata benar.
8. Menjaga lisan. Orang berilmu hendaknya menjaga perkataan, tidak menghina, tidak menyebarkan keburukan, dan membiasakan berbicara dengan sopan.
Perkataan Ulama tentang Adab
Ibnul Mubarak rahimahullah berkata:
“Kami lebih membutuhkan sedikit adab daripada banyak ilmu.”
Perkataan ini dinukil dalam pembahasan para ulama tentang pentingnya adab sebelum ilmu.
Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
• Ketika guru menjelaskan, kita mendengarkan dan tidak berbicara sendiri.
• Ketika belum memahami pelajaran, kita bertanya dengan sopan.
• Ketika mendapatkan nilai tinggi, kita bersyukur dan tidak mengejek teman yang nilainya lebih rendah.
• Ketika mengetahui sesuatu yang benar, kita menyampaikannya dengan cara yang santun.
• Ketika menemukan informasi di internet, kita memeriksa kebenarannya sebelum menyebarkannya.
• Ketika memiliki kemampuan lebih, kita menggunakannya untuk membantu orang lain.
Kesimpulan
Adab dan ilmu tidak dapat dipisahkan. Ilmu membuat seseorang mengetahui kebenaran, sedangkan adab membimbingnya agar menggunakan ilmu dengan cara yang benar. Oleh karena itu, seorang pelajar hendaknya tidak hanya mengejar banyaknya ilmu, tetapi juga membangun akhlak yang baik.
Mari kita menjadi pelajar yang berilmu sekaligus beradab: hormat kepada guru, rendah hati kepada sesama, jujur dalam belajar, rajin mencari ilmu, dan mau mengamalkan ilmu untuk kebaikan.

